METODE·7 menit baca

Bot saya kalah 7 dari 10 kali. Itu bukan bug — itu rancangannya.

Win rate di angka 30-an terdengar seperti sistem rusak. Ini penjelasan matematisnya, kenapa menaikkannya justru sering merugikan, dan angka apa yang sebenarnya perlu dilihat.

Kalau Anda melihat halaman paper trading kami dan yang pertama Anda perhatikan adalah win rate di angka 20-an atau 30-an persen, reaksi wajarnya kira-kira begini: ini rusak, ya?

Tidak. Dan penjelasannya lebih menarik daripada sekadar "sabar aja".

Angka yang sengaja tidak disembunyikan

Sistem yang kami jalankan adalah trend-following. Cara kerjanya sederhana di permukaan: pasang batas rugi yang ketat, lalu biarkan posisi yang benar berjalan sejauh mungkin.

Konsekuensinya langsung terasa. Sebagian besar percobaan berakhir dengan kerugian kecil. Sesekali, ada satu yang berjalan jauh dan menutup semuanya.

Dari pengujian sistem emas kami di data 25 tahun, di periode yang belum pernah dilihat saat pengembangan:

Sistem emas — data holdout 25 tahun

Win rate 34,4% — dua dari tiga trade berakhir rugi.
Rugi beruntun terpanjang: 12 kali.

Dua belas kali kalah berturut-turut. Bukan dua belas hari — dua belas trade. Kalau Anda menonton itu terjadi tanpa tahu apa yang sedang Anda lihat, Anda akan mematikan botnya di percobaan kesepuluh.

Dan itu belum yang terburuk. Sistem crypto kami — yang angkanya Anda lihat di halaman paper trading — punya win rate 23% dari 252 trade, dengan rugi beruntun terpanjang 22 kali. Dua sistem, aset berbeda, pola yang sama.

Kenapa 30% bisa cukup

Kuncinya ada di satu angka yang jarang dibicarakan: rasio untung terhadap rugi.

Sistem ini mempertaruhkan 1 satuan risiko per trade. Sebut saja 1R. Kalau salah, rugi 1R. Kalau benar, targetnya 3R.

Dengan perbandingan itu, titik impasnya bukan 50%:

Win rate untuk sekadar impas

rasio 1 : 1  →  butuh menang 50%
rasio 1 : 2  →  butuh menang 33%
rasio 1 : 3  →  butuh menang 25%
rasio 1 : 4  →  butuh menang 20%

Di 1:3, Anda hanya perlu benar 1 dari 4 kali untuk tidak rugi. Benar 34% berarti unggul sembilan poin di atas titik impas — dan sembilan poin itulah seluruh sumber keuntungannya.

Jadi pertanyaan "win rate-nya berapa?" sebenarnya tidak bisa dijawab sendirian. Win rate 70% dengan rasio 1:0,3 adalah sistem yang rugi. Win rate 30% dengan rasio 1:3 adalah sistem yang untung. Angkanya tidak berarti apa-apa tanpa pasangannya.

"Ya sudah, naikkan saja win rate-nya"

Bisa. Gampang, malah. Turunkan target dari 3R ke 1R, dan win rate akan melompat — mungkin ke 50-an persen. Grafiknya jadi jauh lebih enak dilihat.

Tapi titik impasnya ikut naik ke 50%. Margin yang tadinya sembilan poin menyusut jadi dua atau tiga poin. Lalu biaya transaksi memakan sisanya, dan yang tersisa adalah sistem yang sibuk tapi tidak menghasilkan.

Ada yang lebih halus dan lebih merusak. Trend-following hidup dari sedikit sekali trade yang berjalan sangat jauh. Kalau Anda memotong target lebih pendek supaya lebih sering menang, yang Anda potong justru trade-trade langka yang selama ini menanggung seluruh sistem. Anda menaikkan angka yang enak dilihat sambil membunuh sumber uangnya.

Cara lain menaikkan win rate adalah memperlebar stop. Ini juga berhasil — sampai satu kerugian besar menghapus dua puluh kemenangan kecil.

Kami pernah mencoba jalan pintasnya. Gagal.

Kami sempat membangun versi yang menambahkan filter sentimen pasar dan jeda otomatis di sekitar pengumuman suku bunga. Logikanya terdengar masuk akal: hindari saat pasar panik, hindari saat berita besar.

Hasilnya lebih buruk. Dari tiga kondisi pasar yang diuji, dua memburuk. Filternya memblokir posisi jual justru saat pasar sedang jatuh — momen ketika sistem ini biasanya menghasilkan paling banyak — dan memblokir posisi beli saat momentum sedang paling kuat.

Versi itu kami buang. Bukan diperbaiki, dibuang.

Kami menuliskan ini karena bagian yang gagal biasanya tidak pernah muncul di konten trading. Padahal justru itu yang membedakan sistem yang diuji dari sistem yang cuma diceritakan.

Lalu apa yang sebenarnya perlu dilihat?

Kalau win rate bukan angkanya, ini yang lebih berarti:

Profit factor. Total keuntungan dibagi total kerugian. Di atas 1,0 berarti sistemnya menghasilkan. Ini rasio, bukan return — tidak bisa dipakai menghitung "berapa persen setahun".

Drawdown terdalam. Seberapa jauh turun dari puncak sebelum pulih. Ini angka yang menentukan apakah Anda akan bertahan atau menyerah di tengah jalan.

Runtun kalah terpanjang. Berapa kali beruntun sistem ini pernah salah. Kalau angkanya 22 dan Anda tahu Anda akan panik di angka 8, sistem ini tidak cocok untuk Anda — dan lebih baik tahu sekarang.

Ketiganya kami tampilkan terbuka di halaman paper trading, termasuk saat sedang jelek.

Yang tidak akan Anda temukan di sini

Angka keuntungan dalam persen atau rupiah. Bukan karena disembunyikan, tapi karena angka itu terlalu gampang dipakai jualan, dan hasil dari saldo simulasi tidak berarti apa-apa untuk saldo Anda.

Kami juga tidak memberi rekomendasi. Yang bisa Anda lihat adalah sistem kami sendiri berjalan apa adanya — menang dan kalahnya, tanpa disaring.

Semua yang berjalan sekarang masih paper trading, uang simulasi. Simulasi mengisi order terlalu sempurna — tidak ada selisih harga, tidak ada spread yang melebar di jam sepi. Hasil nyata hampir selalu lebih buruk dari simulasi. Kami belum memakai uang nyata, dan kami akan mengatakannya terbuka ketika itu berubah.

Lihat prosesnya berjalan → unfiltered.id/live

Trading berisiko. Anda bisa kehilangan seluruh modal. Tulisan ini penjelasan cara kerja sistem, bukan saran investasi.

← Semua artikel METODE · WIN RATE
// Baca juga